Dunia Hari Ini: Kepala Keamanan Iran Tewas, AS 'Tidak Lagi' Butuh NATO dan Australia
Kepala keamanan Ali Larijani menjadi tokoh kunci dalam perang Timur Tengah. (Reuters: Thaier Al-Sudani)
Laporan Dunia Hari Ini merangkum kejadian dunia selama 24 jam terakhir.
Edisi Rabu, 18 Maret 2026 kami awali dengan laporan dari Maroko.
Kepala keamanan Iran tewas, AS 'tidak lagi' butuh NATO dan Australia
Media pemerintah Iran mengkonfirmasi kematian kepala keamanan negara, Ali Larijani, dan kepala pasukan keamanan domestik utama, Gholamreza Soleimani. Israel sebelumnya mengumumkan bahwa militernya telah membunuh kedua orang tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS "tidak membutuhkan bantuan siapa pun" dalam perang melawan Iran, dan menyebut sekutu NATO dan Australia dalam unggahan media sosial yang berapi-api.
Donald Trump mengatakan AS "tidak membutuhkan bantuan siapa pun" dalam perang melawan Iran. (AP: Alex Brandon)
Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan sebuah proyektil Iran telah menghantam daerah dekat pangkalan udara gabungan Al Minhad di Uni Emirat Arab, tempat tentara Australia ditempatkan.
Joe Kent, yang ditunjuk oleh Trump untuk memimpin Pusat Kontraterorisme Nasional dan telah mengundurkan diri karena perang melawan Iran, menuduh Israel dan kelompok lobi mereka telah meyakinkan AS untuk terlibat dalam konflik tersebut.
Gelar Juara Piala Afrika Senegal Dicabut, Maroko Dinyatakan Juara
Maroko telah dianugerahi gelar Piala Afrika (AFCON) oleh hakim banding yang membatalkan kemenangan Senegal dalam final pada bulan Januari lalu.
Para pemain Senegal meninggalkan lapangan selama lebih dari 10 menit sebagai bentuk protes atas keputusan penalti. (Reuters: Amr Abdallah Dalsh)
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mengatakan dewan banding memutuskan bahwa Senegal "dinyatakan telah kalah di final" dan kemenangan 1-0 Senegal di babak perpanjangan waktu menjadi kemenangan 3-0 secara otomatis untuk tuan rumah Maroko.
Dalam final 18 Januari di Rabat, pemain Senegal yang dipimpin oleh pelatih Pape Thiaw meninggalkan lapangan sebagai protes selama waktu tambahan selama 15 menit.
Kemenangan Senegal 1-0 atas Maroko di final AFCON telah dibatalkan oleh CAF. (Reuters: Amr Abdallah Dalsh)
Para penggemar mencoba menyerbu lapangan ketika Maroko diberikan penalti yang akan menentukan pertandingan.
Ketika pertandingan dilanjutkan, tendangan penalti penyerang Maroko Brahim Diaz diselamatkan oleh kiper Édouard Mendy dan Senegal mencetak satu-satunya gol di babak perpanjangan waktu.
Identitas Banksy dalam laporan Reuters
Investigasi oleh Reuters mengungkap seniman jalanan anonim Banksy adalah seorang pria kelahiran Bristol.
Informasi tersebut dikutip oleh Reuters berdasarkan catatan pengadilan New York tentang penangkapan atas kasus vandalisme pada tahun 2000.
Banksy tetap anonim selama beberapa dekade, menyembunyikan identitasnya bahkan saat berpose untuk foto majalah TIME pada tahun 2010. (Time Magazine: Banksy)
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa ia kemudian mengubah nama lahirnya menjadi salah satu nama pria yang pasaran di Inggris, dan menggunakannya untuk bepergian dan mempertahankan persona Banksy.
Orang dalam dan pakar tentang Banksy mengatakan anonimitas sang seniman ini menjadi kunci pengaruhnya dan nilai pasar yang tinggi dari karya-karya seperti Girl with Balloon.
Penyintas bom atom Jepang meninggal dunia
Shigeaki Mori, penyintas bom atom Jepang di Hiroshima dan seorang sejarawan, telah meninggal dunia pada usia 88 tahun.
Ia dikenal karena menerima pelukan hangat dari oleh Presiden AS saat itu, Barack Obama, dalam kunjungan bersejarahnya ke kota itu satu dekade lalu.
Shigeaki Mori, penyintas bom atom Jepang di Hiroshima meninggal dunia. (AFP: Jim Watson)
Lahir pada tahun 1937, Mori berusia 8 tahun ketika ia selamat dari serangan AS pada 6 Agustus 1945, hanya 2,5 kilometer (1,5 mil) dari ledakan.
Sekitar 30 tahun kemudian, ia menguak fakta bahwa tawanan perang Amerika yang ditahan di Jepang termasuk di antara mereka yang tewas akibat bom atom yang dijatuhkan oleh negara mereka sendiri.
Sebagai karyawan perusahaan penuh waktu, Mori meneliti dokumen resmi AS dan Jepang dan melacak 12 tawanan perang Amerika dan menulis surat kepada keluarga mereka yang berduka di AS.